(Agutus, 9 - 2010)
Satu kalimat ini mampu memporak porandakan sebuah hati
Satu kalimat ini mampu membuat kita menjadi sosok diri pendiam
Dan waktu rasanya tak pernah cukup buatnya
Bersliweran tak tentu arah,
terkadang mata ini pun tak jelas menatap entah kemana
Dan itu lah ‘kenangan’
Kenangan ....
Kadang bisa menjadi banyak warna
Ada kesedihan, ada canda, ada cinta & kemesraan, ada sayang ada juga harapan
Sama seperti saat kesendirianmu malam ini
Di ujung jendela dan dingin kamarmu, kulihat kau tenggelam dalam kenangan
Bulir bening air mata pada indah matamu tak terasa mulai menggenangnya
Itu karena kau mencoba untuk ‘mengenangnya’
Walo sadar bahwa itu tak lagi berarti.
Kenangan memang seperti itu, De...
Dia tak akan pernah kembali, sebagaimana detik berganti menjadi menit
Hari berganti menjadi Minggu, Minggu berganti Bulan dan seterusnya.
Kenangan
Hanya tercipta bila ‘orang yang kita sayangi’ telah pergi
Dan belajar dari ‘kenangan’ lah kita bisa semakin tahu akan hidup ini.
Semakin bisa mengenali siapa dirimu, menghargai orang lain, atau apapun bentuk dan sifatnya.
Sebagaimana hal dibawah ini :
Bagaimana kau bisa kenal bahwa itu cinta atau tidak, bila tak pernah bertemu dengan orang yang tulus, bagaimana dirimu bisa tahu bahwa engkau seorang yang Sabar, bila tidak pernah bertemu dengan orang Pemarah
Atau bagaimana bisa kau tahu Pagi, bila tak pernah bertemu Malam
Gitu ya De....
Dan saat ini
Biarlah ‘Kenangan’ itu menjadi bagian hidup kita.
Hayooo tutup jendelamu, malam sudah semakin larut
Kau harus bobo dan lanjutkan hidupmu esok.
Salam - Satrio








